Pemanfaatan Program SMS untuk Bisnis/Usaha (Bagian 1)

Komunikasi melalui SMS saat ini sudah terjangkau bagi semua orang. Betapa tidak, untuk dapat berkirim-terima SMS kita hanya butuh ponsel dengan spesifikasi yang minimal. Ditambah biaya kirim SMS yang sangat terjangkau, jadilah SMS sebagai sarana komunikasi yang sangat merakyat (sampai ada lagunya lagi: Bang SMS siapa ini bang…)

Iklan pengejar manusia

Terjangkaunya teknologi SMS ini tentu saja menguntungkan banyak pihak. Misalnya saja, banyak pebisnis merasa bahwa SMS adalah salah satu sarana yang sangat efisien dari sisi biaya operasional untuk menghantarkan pesan iklan langsung ke hadapan orang. Karena orang lumrahnya membawa ponsel kemana-mana, maka sang iklan dalam SMS tersebut akan “mengejar” orang tersebut dimanapun dia berada. Kontras dengan misalnya kita memasang spanduk iklan di jalan. Orang harus melewati jalan itu dulu baru bisa melihat iklan kita. Tapi kalau SMS ya harus kita kirim sejumlah orang yang kita tuju, nggak bisa satu SMS untuk dibaca beramai-ramai oleh orang se-kampung.

Hal ini membawa suatu kebutuhan baru. Karena mengirimkan banyak SMS satu per satu adalah pekerjaan repetitif yang sangat melelahkan, maka dibutuhkanlah cara untuk mengirimkan banyak SMS tersebut dengan lebih “manusiawi”. Biar manusianya tinggal duduk manis saja, dan ada “alat” yang mengerjakan hal itu. Dari kebutuhan ini lahirlah program SMS gateway yang dapat mengirimkan SMS secara massal sehingga majikannya bisa bebas dari kerepotan tersebut. Anda dapat membaca lebih lanjut mengenai hal ini pada artikel SMS Massal, SMS Gateway dan ProgramSMS.

Jurus 10.000 SMS tanpa mata mengejar laba

Karena biaya pengiriman SMS sangat murah (mendekati Rp. 0) dan program SMS gateway juga sudah tersedia untuk umum, banyak orang yang langsung memanfaatkan segala kemudahan itu dengan jurus yang sangat sederhana. Kirim saja SMS berisi iklan ke sembarang nomor, nanti khan pasti ada yang nyantol. Dalam cerita silat, mungkin nama jurus ini dinamakan “10.000 SMS tanpa mata mengejar laba”, soalnya nomor tujuan pengiriman SMSnya tidak lihat-lihat.

Kalau dihitung-hitung, lumayan sih laba yang bisa didapat dengan cara ini. Coba lihat contoh perhitungan ini:

  • Untuk mengirimkan 10.000 SMS, dengan operator tertentu kita hanya perlu mengeluarkan biaya Rp. 5.000,- (pada prakteknya ada yang lebih murah dari ini).
  • Dari 10.000 SMS yang kita kirimkan, ada 0,5% (50 SMS) yang nyantol.
  • 50 orang yang kecantol itu akhirnya memberi produk kita, dimana kita mendapat laba @ Rp. 50.000,-.

Berarti dengan mengeluarkan Rp. 5.000,- kita bisa mendapat Rp. 2.500.000,-. Wah ini namanya bukan lumayan lagi, tapi penggandaan uang!

Nah, hal inilah yang menjelaskan berbagai macam SMS spam yang sering kita terima. SMS spam (unsolicited messages) yang datang tanpa diundang ini bisa sangat mengganggu bagi yang menerimanya. Bahkan sudah pernah jadi headline di media massa ketika banyak orang menerima SMS “Penawaran kredit tanpa agunan”. Atau variasinya yang lebih nakal seperti “Tolong kirim mama pulsa…”.

Jurus yang ampuh, tapi…

Saya tidak menganjurkan mengirimkan SMS massal dengan cara seperti itu. Lagipula ProgramSMS dirancang mengirimkan SMS ke relasi kita, bukan untuk melakukan jurus 10.000 SMS tiada bermata pengejar laba. Kenyataannya, perusahaan/bisnis yang sudah punya nama biasanya tidak melakukan hal itu karena akan merusak citra baik yang dibangun dengan susah payah. Kita bisa untung sesaat namun menderita kerugian dalam jangka panjang. Nama jurusnya bisa berubah menjadi “10.000 SMS tanpa mata peremuk nama sendiri”.

Pada artikel bagian ke dua kita akan melihat pemanfaatan ProgramSMS untuk mengirimkan SMS massal namun dengan cara yang lebih “berbudaya” dan berbeda dengan yang barusan. Kita akan melihat cara-cara pemanfaatan yang sangat berguna untuk jangka panjang. Bukan saja meningkatkan laba usaha kita, tapi juga menciptakan citra positif bisnis kita dimata publik. Tidak banyak program SMS massal yang dirancang untuk hal ini.

This entry was posted in Artikel software SMS and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.